Postingan

Menampilkan postingan dari Oktober, 2022

#Beropini Eps. 3 | Bhinneka Tunggal Ika

Berbeda-beda tetapi tetap satu, itulah Indonesia. Indonesia adalah negara kepulauan yang memiliki keragaman budaya, ras, suku bangsa, kepercayaan, agama, dan bahasa. Keragaman yang ada di Indonesia adalah kekayaan dan keindahan bangsa Indonesia. Keragaman merupakan modal sosial dan potensi dalam membangun bangsa, namun jika tidak bisa dikelola dengan baik, maka potensi tersebut akan berubah menjadi ancaman bagi keutuhan negara kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Hingga saat ini kita masih menyaksikan beberapa sikap, tindakan, dan perilaku masyarakat yang berpotensi mengancam keutuhan NKRI, yakni: tindakan radikal, kekerasan, dan intoleran yang menyebabkan terjadinya konflik sosial, dominasi dan diskriminasi mayoritas terhadap minoritas bahkan pemaksaan sehingga hak-hak mereka terpinggirkan, dan kurangnya pemahaman terhadap nilai-nilai kebhinekaan/multikultural dalam kehidupan masyarakat. Ditambah diera teknologi saat ini menjadi tantangan baru untuk saling bertoleransi antar sesama. Ki...

#Beropini Eps. 2 | Indonesia, Negara Tanpa Ayah

  Melansir id.theasianparent.com , Indonesia menempati urutan ketiga sebagai negara fatherless terbanyak di dunia. Tentu ini bukanlah sebuah prestasi yang bisa dibanggakan. Isu fatherless mungkin belum begitu familiar ditelinga kita, namun isu ini cukup besar di Indonesia. Fatherless adalah ketiadaan peran dan figur ayah dalam tumbuh kembang anak, baik secara fisik maupun psikologis. Fenomena ini biasa terjadi karena budaya patriarki yang beranggapan bahwa yang berperan dalam tumbuh kembang anak hanyalah seorang ibu. Sedangkan ayah bekerja diluar mencari nafkah. Padahal ayah juga memiliki peran penting bagi seorang anak, terutama dalam mendukung perkembangan kognitif dan perilakunya hingga tumbuh dewasa. Tapi tak jarang banyak ayah yang mengatakan, "Saya sudah capek-capek kerja nyari nafkah buat keperluan rumah, masa saya juga harus mengurus anak. Kapan waktu istirahatnya?" Memang benar mencari nafkah itu lelah. Namun ketimpangan pengasuhan orang tua dapat mengakibatkan ana...

#Beropini Eps. 1 | Kenapa Pria Jarang Nangis?

"Cowo kok nangis sih?"  "Udah nggak usah nangis, gitu aja nangis. Cengeng banget sih kamu, kayak cewe"  "Diih cowo nangis. Lemat bgt!"  Pasti stereotip ini sudah tidak asing lagi kan ditelinga kita?   Yap, pria dituntut untuk kuat dan menangis adalah suatu bentuk kelemahan. Sedangkan wanita boleh-boleh saja menangis karena itu dinilai sebuah bentuk feminine. Sehingga pria merasa menangis adalah hal yang dapat merendahkan harga diri mereka dan tidak masculine. Inilah bentuk dari budaya patriarki yang tanpa disadari masih ada hingga sekarang.  Secara biologis, memang benar pria memiliki saluran air mata yang lebih kecil dan lebih banyak testosteron yang dapat menghambat tangisan. Namun secara psikis, pria jarang nangis (tidak mau menangis) karena adanya stereotip tadi dari masyarakat. Hingga mereka membatin, "ih aku nggak boleh nangis karena aku pria." Aku perempuan dan punya sepupu laki-laki seumuran. Sekitar umur 5 tahun kita sering banget main b...